| Tarian sigeh pengunten mengisi acara pembukaan Tourism Indonesia Mart and Expo |
Alam menjadi wisata andalan Provinsi Lampung. Penggemar pantai dan
laut, melakukan trekking di dalam hutan, naik gunung, sampai bertemu
satwa liar di alamnya, menjadi aktivitas wisata yang bisa dilakukan di
Lampung.
Sayang, infrastruktur di Lampung memang belum memadai,
terutama akses menuju obyek wisata. Namun jangan jadikan hal ini
halangan Anda. Apalagi jika Anda tergolong pelancong penggemar
petualangan dan tak rewel soal akomodasi maupun perjalanan darat yang
jauh.
Operator tur di Lampung sebenarnya banyak, ada sekitar 90
biro perjalanan wisata lokal. Namun, sebagian besar biro perjalanan
wisata yang menjual paket wisata di Lampung malah berasal dari luar
Lampung. Jika berminat wisata ke Lampung, berikut beberapa panduannya.
Akses Menuju Lampung
Lampung
sangat lengkap jika berbicara akses masuk ke provinsi ini. Anda bisa
pilih jalur laut, udara, maupun darat. Jalur darat bisa diakses melalui
kereta api. Jalur kereta api menghubungkan provinsi-provinsi di Pulau
Sumatera. Jadi jika Anda tinggal di Pulau Sumatera, sebaiknya gunakan
kereta api untuk mendapatkan sensasi perjalanan yang berbeda.
Penelusuran
dengan kereta api membawa penumpang ke masa-masa saat Belanda
menggunakannya untuk keperluan tambang. Selain kereta api, jalur darat
dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa juga memungkinkan Anda melakukan
lintas provinsi ke Lampung menggunakan mobil.
Dari Pulau Jawa,
perlintasan adalah Pelabuhan Merak di Banten ke Pelabuhan Bakauheni di
Lampung. Mobil akan naik kapal feri dengan lama tempuh perjalanan di
laut selama satu jam.
Perjalanan dari Jakarta ke Pelabuhan Merak
adalah tiga jam. Sedangkan dari Pelabuhan Bakauheni ke pusat kota Bandar
Lampung bisa ditempuh sekitar satu jam.
Lewat jalur darat, selain
mobil pribadi bisa naik kendaraan umum. Dari Jakarta tersedia mobil
travel dari Gambir sampai Bandar Lampung dan bus lintas provinsi.
Untuk
jalur udara, maskapai yang melayani rute Jakarta-Lampung adalah
Batavia, Sriwijaya, Merpati, Garuda Indonesia, dan Lion Air. Lama tempuh
perjalanan dengan pesawat adalah setengah jam. Tak semua provinsi di
Indonesia terhubung langsung dengan Lampung, melainkan harus transit
terlebih dahulu di Jakarta.
Transportasi
Dari
Bandara Radin Inten II menuju pusat kota Bandar Lampung bisa naik taksi
bandara berupa mobil Avanza ataupun taksi biasa. Kisaran tarif adalah
Rp 100.000 dengan waktu tempuh sekitar setengah sampai satu jam
tergantung kemacetan.
Taksi di Lampung tidak mengunakan argometer.
Sehingga harga ditetapkan sesuai perjalanan dalam kota atau luar kota.
Dua taksi yang umum direkomendasikan adalah Taksi Siger dan Taksi Puspa
Jaya. Taksi-taksi ini bisa dijumpai di bandara.
Untuk berkeliling
Lampung, disarankan menyewa mobil. Kisaran sewa mobil seperti Avanza
mulai dari Rp 350.000 sudah termasuk supir tetapi belum termasuk bensin.
Bisa
saja jika ingin menggunakan transportasi umum berupa angkot dan bus
antar kota. Pilihan lain untuk wisata jarak dekat bisa menggunakan ojek.
Ojek mudah ditemukan di Lampung.
Sedangkan untuk perjalanan dari
Pelabuhan Bakauheni ke pusat kota Bandar Lampung tersedia bus reguler
yang melayani penumpang selama 24 jam. Tarif bus tersebut Rp 20.000.
Akomodasi
Di
Kota Bandar Lampung tersedia hotel dari kelas melati hingga berbintang.
Hotel berbintang empat ke atas seperti Novotel, Bukit Randu, dan
Sheraton. Ada pula kelas bintang tiga seperti Amalia. Serta cottage di
taman rekreasi seperti di Lembah Hijau dan Bumi Kedaton.
Di
beberapa obyek wisata terutama pantai atau pulau-pulau kecil, biasanya
tersedia homestay dan cottage sederhana. Misalnya Teluk Kiluan dan Pulau
Pahawang.
Sapaan
Penduduk Lampung sejak
lama begitu terbuka dengan pendatang. Sehingga masyarakat yang menetap
di Lampung merupakan lintas suku yang ada di Indonesia.
Apalagi
sejak lama, Lampung menjadi daerah transmigrasi. Panggilan "Mbak" untuk
perempuan dan "Mas" untuk laki-kali yang umumnya dipakai masyarakat suku
Jawa pun bisa dipakai pula di Lampung. Walaupun panggilan "Kak" untuk
perempuan dan "Abang" untuk laki-laki juga bisa digunakan.
Kuliner
Kuliner
khas Lampung adalah serba ikan dan juga sambal tampoyak dari durian.
Sebagian besar masakannya mirip dengan masakan Palembang. Namun, masakan
Jawa maupun Minang sangat mudah ditemukan di Lampung.
Oleh-oleh
Kripik
pisang menjadi oleh-oleh andalan. Anda bisa datang ke sentra industri
kripik untuk memilih beragam rasa kripik pisang. Bisa juga mampir ke
Jalan Soekarno Hatta, di sini terdapat beberapa ruko yang menjual aneka
oleh-oleh. Paling tenar adalah Toko Yeyen yang seperti toko-toko
sebelahnya menjadi pusat oleh-oleh.
Anda bisa membeli pula aneka
kerupuk, kopi luwak, sampai dodol dan manisan. Kopi Lampung dari jenis
robusta harus menjadi benda wajib beli sebagai oleh-oleh.
Aneka
kerajinan tangan seperti tapis yang merupakan kain sulam khas Lampung
bisa Anda beli di Dekranas. Lampung juga memiliki kerajinan berupa
patung kayu gajah. Gajah merupakan ikon Lampung.
Sumber : http://travel.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar